Cerita Los
Kenapa sebuah hall kerja jadi ruang paling hangat di kecamatan.
Los itu bangunan paling biasa. Justru itu intinya.
Di pasar, los adalah tempat semua orang lewat dan semua orang kebagian. Kami bangun LOS KOPI dengan logika yang sama: rangka baja, dinding beton, kayu bekas palet pabrik, terus kami hangatkan dengan lampu amber dan tanaman rambat.
Gunung Putri itu kecamatan industri. Yang kerja shift butuh kopi jam 6 pagi, yang pulang malam butuh tempat duduk jam 10 malam, dan keluarga perumahan butuh tempat kumpul akhir pekan. Los ini dibangun buat ketiganya.

Tiga janji los.
Harga habit, bukan harga gaya
Kopi susu enak harus bisa jadi kebiasaan harian, bukan hadiah sebulan sekali. Makanya mulai Rp 16.000, dan Tubruk Los tetap Rp 12.000.
Jam buka ikut jam shift
Buka 06.00 buat yang berangkat pagi, tutup 23.00 buat yang pulang malam, Jumat Sabtu sampai tengah malam. Kalender pekerja adalah kalender kami.
Semua kebagian meja
Satu meja komunal panjang, meja kecil buat berdua, ruang meeting buat rapat RT atau arisan. Datang sendiri atau bawa satu gang, tetap kebagian.

Kang Los hafal pesanan kamu.
Penjaga los sekaligus tuan rumah. Kang Los yang buka pintu jam 6 pagi, yang hafal kopi susu kamu kurang manis, dan yang nyimpen meja buat rombongan arisan Blok C. Sama pekerja pabrik atau keluarga perumahan, perlakuannya satu: kayak tetangga.
Kopi diseduh serius, suasananya santai.


Mampir, buktikan sendiri.
Cerita bisa panjang, tapi kopi susu dingin lebih meyakinkan.
